Riau Darurat Asap

Walikota Pekanbaru Kecewa Terhadap Statemen Menkes RI

Dibaca: 3912 kali  Jumat,18 September 2015 | 18:08:51 WIB
Walikota Pekanbaru Kecewa Terhadap Statemen Menkes RI
Ket Foto : Walikota Pekanbaru H. Firdaus

linkarnews.com - Setelah Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek yang mengeluarkan Statementnya pada Selasa (15/9/2015) lalu terkait kualitas udara di Riau belum sangat membahayakan kesehatan. Wali kota Pekanbaru Firdaus mengaku kecewa dengan pernyataan Menkes kabinet Kerja Presiden Joko Widodo ini.

Ia berencana pada Jumat (18/9/2015), menyurati Menkes terkait statement yang ia keluarkan di Jakarta. Ia meminta agar Menkes memberikan penjelasan ataa dasar apa ia mengatakan kualitas udara Riau belum membahayakan.

"Kita akan minta penjelasan Menkes atas dasar ia mengatakan kualitas udara Riau belum berbahaya. Bagaimana tidak berbahaya, jumlah korban asap saja semakin bertambah. Di papan data Puskesmas Simpang Tiga yang baru saja kita kunjungi tadi sejak Agustus hingga pertengahan September 2015 ini saja penderita ISPA mengalami kenaikan hingga 200 persen, jadi tak mungkin kualitas udara Riau belum masuk kategori berbahaya," tegasnya.

Dalam surat tersebut, Firdaus meminta kepada Menkes Nila agar dapat mensosialisasikan jika ia memiliki parameter lain yang digunakan Menkes sebagai acuan menetapkan kualitas udara. Selain itu, ia berharap Menteri Lingkungan Hidup untul berdiskusi. Tujuannya, untuk membahas dan menyamakan parameter apa yang digunakan untuk menentukan status kualitas udara.

"Setelah itu, kita minta tolong disosialisasikan lah, biar masyarakat juga tidak bingung dengan data disini dan dengan statement ibu menteri," katanya.

Lebih lanjut kata dia, untuk menentukan kuatas udara tersebut sudah ada aturannya yang dikeluarkan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor KEP-107/Kabapedal/11/1997. Jika Papan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU menunjukkan angka lebih dari 350, menandakan kualitas udara sudah berbahaya.

"Alatnya itukan sudah ada, apabila angka pencemarannya sudah diatas 350 itu menandakan udara memang sudah berbahaya. Ini kita maksudkan agar tak ada kerancuan dan perbedaan sehingga hal seperti ini tidak akan terulang lagi. Jadi buat bingung masyarakat," katanya.

 

 

sumber: tribun

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Metropolis"