Australia Rayu Indonesia Untuk Impor Garam dan Gula

Dibaca: 4200 kali  Senin,21 September 2015 | 21:34:58 WIB
Australia Rayu Indonesia Untuk Impor Garam dan Gula
Ket Foto : Petani Garam

linkarnews.com - Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb menyambangi Menteri Perindustrian Saleh Husin di kantornya, Senin (21/9/2015). Kedatangannya bukan tanpa alasan.

Pemerintah Australia menyatakan kesiapan memasok garam dan gula ke Indonesia untuk mencukupi kebutuhan nasional yang selama ini masih defisit. Saat ini produksi gula nasional hanya 2,4 juta ton sementara kebutuhan nasional mencapai 4,8 juta ton.

"Berarti butuh 2 juta lagi. Kondisi yang sama terjadi di garam. Kami banyak suplai di produksi di garam dan gula," ujar Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Dia menegaskan, Indonesia merupakan pasar ekspor utama untuk produk-produk pertanian Australia seperti daging sapi, ternak hidup dan gandum. Komoditas gandum merupakan ekspor terbesar Australia, nilainya 1,3 miliar dolar Australia pada 2013.

"Ini merupakan contoh yang baik kemitraan antara pebisnis Australia dan Indonesia yang memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan harga pangan saat permintaan konsumen Indonesia meningkat," jelas dia.

Dia menambahkan saat ini terdapat sekitar 250 perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia.

"Kami berharap untuk menyaksikan pertumbuhan yang signifikan atas jumlah perusahaan ini mengingat potensi yang ada di pasar dengan penduduk 250 juta, termasuk meningkatnya kelas menengah," ungkapnya.

Sebagai informasi, total perdagangan antara Indonesia dengan Australia pada 2014 sebanyak USD 10,7 miliar dengan migas sebanyak USD 1,5 miliar dan non migas sebesar USD 9,2 miliar. Sedangkan pada periode Januari-Juni 2015, total perdagangan kedua negara tetangga berdekatan ini mencapai USD 4,3 miliar.***

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi"