Riau Darurat Asap

Kabut Asap Makin Parah, Walikota Pekanbaru Jadikan Kantor Pemko Tempat Evakuasi

Dibaca: 5169 kali  Rabu,30 September 2015 | 01:42:34 WIB
Kabut Asap Makin Parah, Walikota Pekanbaru Jadikan Kantor Pemko Tempat Evakuasi
Ket Foto : Firdaus, Meninjau Lokasi Evakuasi Untuk Bayi di Aula Kantor Walikota

linkarnews.com - Akibat kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Walikota Pekanbaru memutuskan kantor Pemko Pekanbaru sebagai tempat evakuasi bagi bayi berumur enam bulan kebawah.  Kabut asap yang kian pekat menyelimuti kota Pekanbaru akibat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Riau serta asap kiriman dari Provinsi lain,  berdampak pada ribuan warga Pekanbaru yang terserang barbagai penyakit.

Bukan hanya orang dewasa bahkan balita pun ikut terserang penyakit. SehinggaWalikota Pekanbaru Firdaus ST MT menetapkan Kantor Walikota sebagai tempat evakuasi untuk bayi dengan umur 6 bulan kebawah.

"Oleh karena itu kita tetapkan lantai tiga kantor Walikota yaitu ruang Aula, ruang VIP dan juga ruang makan sebagai tempat evakuasi untuk bayi berumur 6 bulan kebawah. Nantinya akan kita pastikan ruangan tersebut bebas dari asap dan dipastikan tak ada kebocoran," ujar Walikota, Selasa (29/9/2015).

Walikota menjelaskan saat ini Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Satpol PP dan juga bagian Umum Sekda Kota Pekanbaru melakukan pembenahan di seluruh ruangan tersebut. "Nantinya akan ada arena bermain untuk bayi disana, selain itu saat ini juga ditambahkan Standing AC di ruangan agar ruangan yang digunakan untuk evakuasi bayi ini benar-benar steril dari asap," jelas Walikota.

Lanjut Wako, tempat evakuasi ini dikhusukan bagi keluarga yang tidak mampu. Karena kuat dugaan saat ini seluruh bayi dari keluarga tidak mampu sudah terkena penyakit akibat asap, mengingat bagi keluarga tidak mampu tak ada menyediakan AC ataupun kipas angin. "Oleh karena itu kita khususkan ruangan evakuasi ini untuk masyarakat yang kurang mampu," terangnya.

Selain itu, Wako juga menjelaskan ruangan ini sudah bisa ditempati sore nanti. "Jadi bagi warga yang kurang mampu bisa langsung melapor ke Camat ataupun Puskesmas untuk diberikan rekomendasi. Selanjutnya bisa langsung datng ke kantor Walikota dan melakukan pendataan di Klinik Pemko dan untuk selanjutnya bisa menempati ruang evakuasi. Warga tak usah cemas, kita sudah minta camat siaga satu untuk melayani masyarakat yang datang agar bisa langsung terkoordinir. Kita tidak mau ini dilama-lamakan, kasihan masyarakat apalagi bayi-bayi yang tak berdosa ini," jelas Wako.

Wako menjelaskan lagi nantinya Pemko juga akan menstanby kan dokter anak dan juga dokter umum di tempat evakuasi ini. "Kita juga menyediakan makanan untuk bayi, namun untuk ibu pendamping kita tidak menyediakan makanan. Jadi bisa dibawa dari luar makanan untuk ibu pendamping," ungkap Wako.

Disinggung sampai kapan tempat evakuasi ini disiapkan, Wako dengan tegas mengatakan ruang evakuasi ini akan ada sampai kabut asap benar-benar hilang. "Kita akan fokus mengenai hal ini, pokoknya kabut asap hilang ruangan evakuasi ini baru ditiadakan," tegas Wako.

Terakhir Wako menyampaikan jika ruangan yang disediakan bisa menampung 300-400 bayi. "Kita lihat dulu bagaimana respon dari masyarakat, kalau memang ruangan masih banyak yang kosong mungkin bisa juga untuk evakuasi bayi diatas 6 bulan. Tapi itu nanti dulu, kita lihat bagaimana nanti. Pokoknya sore ini ruangan tersebut sudah bisa ditempati," pungkas Wako.

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Metropolis"