Aksi Nyata Pemerintah Kota Pekanbaru Dalam Antisipasi Bencana Asap

Dibaca: 8358 kali  Jumat,16 Oktober 2015 | 19:55:28 WIB
Aksi Nyata Pemerintah Kota Pekanbaru Dalam Antisipasi Bencana Asap
Ket Foto : Walikota Pekanbaru H Firdaus MT memasangkan masker kepada pengguna jalan raya di Posko Kesehatan depan Pasar Sukaramai Pekanbaru.

linkarnews.com - Walikota Pekanbaru H. Firdaus MT dan jajaran yang di pimpinnya melakukan upaya serius dalam menghadapi bencana asap yang melanda kota Pekanbaru dan Riau umumnya.

Langkah cepat guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari kabut asap berkepanjangan ini dikeluarkan dalam bentuk kebijakan hingga aksi nyata di lapangan.

Kota Pekanbaru menjadi salah satu daerah yang terdampak asap paling parah. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, hingga awal Oktober 2015, tercatat lebih 10 ribu warga Pekanbaru terserang penyakit akibat kabut asap.

Bahkan papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru sudah lebih sebulan menunjukkan titik udara berbahaya.

Melihat kondisi udara yang memburuk pada level berbahaya, Walikota Pekanbaru H Firdaus MT sejak awal langsung mengeluarkan maklumat yang tertuang dalam surat nomor: 489/HUMAS-IX/64/2015, isinya antara lain meliburkan anak-anak sekolah dari tingkatan PAUD sampai SMA/SMK, para guru memberikan tugas-tugas kepada anak-anak dan orangtua melakukan pengawasan di rumah terhadap anak.

 

Walikota H. Firdaus MT memberikan sambutan pada pelaksanaan Sholat Istisqo di halaman Kantor Walikota.

 

Kemudian kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru untuk tidak beraktifitas di luar ruangan dan apabila terpaksa melakukan aktifitas di luar ruangan agar menggunakan masker sesuai denga standar kesehatan, menjaga lingkungan, tidak membakar sampah dan tangggap apabila ada terjadi kebakaran lahan di sekitarnya.

 

Walikota Pekanbaru bersama Dandim melakukan pemadaman api di lahan terbakar kawasan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki, Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki.

 

Maklumat selanjutnya untuk instansi pelayanan publik seperti Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu untuk tanggap dan siaga bencana asap, meminta kepada pengurus masjid dan mushollah untuk mengjak masyarakat melakukan sholat istisqo, serta tokoh agama lainnya melakukan doa meminta hujan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Memohon kepada Gubernur Riau dan Pemerintah Pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menetapkan Darurat Asap sesuai dengan kewenangannya berdasarkan PP No 41 tahun 1999.

 

Walikota memasangkan masker kepada pengguna jalan raya di Posko Kesehatan depan Pasar Sukaramai Pekanbaru-Riau

 

Tidak cukup hanya maklumat, Walikota Firdaus dengan sigap langsung memimpin proses pemadaman kebakaran puluhan hektare lahan kosong di Jalan Riau ujung Kelurahan Air Hitam dan Jalan Sido Rukun Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki.

Walikota mengaku kesal dan kecewa dengan sikap warganya yang tidak mengindahkan larangan pemerintah.

“Kami menyayangkan sekali tindakan pemilik lahan atau pihak yang melakukan pembakaran ini sepertinya tidak menghiraukan larangan hukum untuk tidak membakar lahan atau hutan, dan lebih mengherankan pelaku tidak mau peduli dengan kondisi udara di Pekanbaru pada khususnya dan Riau pada umumnya yang saat ini sedang dilanda bencana kabut asap,” bebernya serya ameminta pihak aparat agar memproses secara hukum jika pembakar ditemukan.

 

Walikota Pekanbaru H. Firdaus, MT memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Asap di Posko Utama Kantor BPBD Damkar Pekanbaru

 

Kebijakan nyata yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru juga ditunjukkan dengan gerak cepat mengalokasikan dana tak terduga yang dianggarkan pada APBD 2015 sebesar Rp1 miliar untuk penanggulangan darurat asap. Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPD-DAMKAR) Kota Pekanbaru Burhan Gurning mengatakan, dana ini dikeluarkan setelah merujuk kepada penetapan Gubernur Riau terhadap kondisi kualitas udara Riau yang berstatus darurat.

“Walikota menerbitkan Surat Keputusan untuk jadi petunjuk teknis penanggulangan kabut asap di tingkat kota," kata Gurning.

Sebagai kebijakan menyeluruh, Walikota juga memerintah satuan kerja terkait untuk berupaya secepat mungkin siap dalam menghadapi bencana asap. Salah SKPD yang diberikan tanggungjawab adalah Dinas Kesehatan untuk mengaktifkan seluruh Puskesmas dalam melayani korban bencana asap.

Guna mengantisipasi dam menanggulangi kabut asap, Pemko Pekanbaru juga membentuk pos tanggap darurat terpadu yang didirikan di sejumlah titik di Pekanbaru. Jumlah titiknya akan disesuaikan dengan kebutuhannya.

 

Walikota Pekanbaru bersama Kepala Dinas Kesehatan mengungjungi pasien korban bencana asap di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

 

Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengatakan, dengan kehadiran pos tanggap darurat terpadu ini tindakan pencegahan terhadap dampak kabut asap dapat dilakukan secepatnya dengan melibatkan banyak pihak.

Di dalam Posko Darurat Terpadu itu akan melibatkan berbagai elemen pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat. "Di sini semua elemen yang terlibat itu akan berupaya melakukan pengantisipasian terhadap bencana kabut asap ini," jelasnya.

 

Walikota didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengunjungi warga yang terkena dampak dari Kabut Asap di Puskesmas Simpangtiga.

 

Walikota Pekanbaru mendampingi anggota DPD RI asal Propinsi Riau saat menyerahkan bantuan masker di RSUD Arifin Achmad.

 

Walikota Pekanbaru H. Firdaus, MT didampingi Sekretaris Daerah HM. Syukri Harto dan sejumlah pejabat meninjau posko evakuasi bayi di aula Kantor Walikota.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekanbaru Hj. Asmita Firdaus meninjau ruang evakuasi bayi di Kantor Walikota Pekanbaru.

 

Terakhir Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengeluarkan kebijakan menyediakan tempat evakuasi bago bayi usia di bawah enam bulan ke kantor Wali Kota guna melindungi mereka dari dampak kabut asap.

Tempat evakuasi ini dikhususkan bagi keluarga yang tidak mampu. Karena kuat dugaan saat ini seluruh bayi dari keluarga tidak mampu sudah terkena penyakit akibat asap. "Oleh karena itu kami khususkan ruangan evakuasi ini untuk masyarakat yang kurang mampu," terangnya.(***)

 

 

Sumber Foto: Humas Kota Pekanbaru

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Riau"