Raja Arab Saudi Bawa Investasi Rp 94 Triliun ke RI

Dibaca: 3670 kali  Jumat,24 Februari 2017 | 10:41:05 WIB
Raja Arab Saudi Bawa Investasi Rp 94 Triliun ke RI
Ket Foto : Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud
linkarnews.com - Indonesia dan Arab Saudi menjalin kesepakatan di bidang energi. Ini akan diwujudkan dengan penandatanganan investasi oleh perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco untuk pembangunan kilang minyak di Cilacap dengan nilai US$ 6 miliar. 
 
Selain itu, juga akan ada proyek lain yang akan ditandatangani, kurang lebih sebesar US$ 1 miliar dan proyek lainnya. Bila ditotal maka nilainya mencapai Rp 94,5 triliun (kurs Rp 13.500).
 
"Tadi bapak Presiden mengharapkan bahwa investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai dengan US$ 25 miliar," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, seperti yang dikutip dari situs resmi Setkab, Jumat (24/2/2017).
 
Seperti diketahui, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang. Raja Salman terlebih dahulu akan melakukan kunjungan kenegaraan pada 1-3 Maret, dan kemudian dilanjutkan dengan beristirahat di Pulau Dewata, Bali, pada tanggal 4-9 Maret mendatang.
 
Kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini merupakan kunjungan yang sangat bersejarah, karena terakhir kali ke Indonesia, terjadi pada tahun 1970, atau 47 tahun yang lalu. Pramono menyatakan Raja Arab Saudi itu akan membawa rombongan terbesar. 
 
"Kurang lebih 1.500 orang, 10 menteri, 25 pangeran," kata Pramono.
 
Presiden Jokowi akan menganugerahkan bintang kehormatan tertinggi Republik Indonesia kepada Raja Salman. Bintang kehormatan ini diberikan, karena ketika melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Jokowi juga mendapatkan kehormatan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi.
 
Juga untuk pertama kalinya pula, Jokowi akan menjemput secara langsung tamu negara, Raja Salman di Bandar udara. "Kenapa ini dilakukan? Karena ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi dijemput di pintu pesawat oleh Raja Salman. Sehingga dengan demikian, hubungan ini adalah hubungan yang sangat dekat, sangat erat, sangat akrab," terang Pramono. Dtk/ln
Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi"