Indonesia Perlu Manfaatkan Peluang Emas Kunjungan Raja Arab

Dibaca: 4225 kali  Sabtu,25 Februari 2017 | 14:48:03 WIB
Indonesia Perlu Manfaatkan Peluang Emas Kunjungan Raja Arab
Ket Foto : Setkab
linkarnews.com - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud pada tanggal 1 hingga 9 Maret 2017 akan berkunjung ke Indonesia. Nantinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima secara langsung di Bandara dan kemudian melakukan pertemuan di Istana Bogor.
 
Direktur Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara mengatakan, kesempatan ini adalah sebuah kesempatan langka yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia. Sebab, setelah 47 tahun, Indonesia akhirnya memiliki kesempatan untuk menerima kunjungan Raja Arab.
 
"Ini saya pikir adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan ya," tuturnya dilansir Okezone.
 
Indonesia pun harus melihat berbagai peluang. Salah satunya adalah pembangunan kilang hingga impor minyak murah. Dengan begitu, maka Indonesia dapat menerima keuntungan besar dari program ini.
 
"Jadi jangan disia-siakan. Ini kan kesempatan langka," tuturnya.
 
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa terdapat beberapa proyek kerjasama yang akan ditandatangi pada kunjungan ini. Di antaranya adalah pengembangan kilang Cilacap. Nilainya pun mencapai USD 6 miliar. Tak hanya itu, terdapat pula kerjasama pada sektor lainnya yang akan disepakati senilai USD 1 miliar.
 
"Dan pada kunjungan ini nanti akan ditandatangi investasi Saudi Arabia di Indonesia Aramco di Cilacap USD6 miliar. Kemudian juga ada Project lain yang akan ditandatangi sebesar USD 1 miliar," jelasnya di Kantor Presiden beberapa waktu lalu.
 
Terdapat beberapa sektor lainnya yang akan dibahas dan disepakati dalam pertemuan ini. Di antaranya adalah mengenai haji bagi orang tua dari anggota Detasemen Khusus 88 yang telah meninggal dunia, utamanya akibat aksi terorisme dan radikalisme.
 
"Tadi Bapak Presiden mengharapkan bahwa investasi Saudi Arabia ini secara keseluruhan bisa sampai dengan USD 25 miliar," tutupnya.
Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi"