Sri Mulyani Kumpulkan Kepala Daerah Bahas Dana Desa

Dibaca: 2630 kali  Kamis,02 Maret 2017 | 12:31:11 WIB
Sri Mulyani Kumpulkan Kepala Daerah Bahas Dana Desa
Ket Foto : Sri Mulyani di Auditorium Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
linkarnews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menceritakan kondisi perekonomian Indonesia di hadapan para kepala daerah dalam acara sosialisasi kebijakan pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun 2017 dan konwledge sharing keberhasilan kepala daerah.
 
Acara dilaksanakan di Auditorium Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Di hadapan para pimpinan daerah yang mana, dana transfer ke daerah dan dana daerah 2017 harus dioptimalkan dengan baik, apalagi di saat kondisi perekonomian global masih menunjukkan ketidakpastian.
 
"Saya mulai pagi hari ini karena ini juga forum sosialisasi untuk membagi sedikit kondisi ekonomi dan keuangan negara, yang tentu mempengaruhi sumber dana transfer ke daerah, karena tadi sudah disampaikan bahwa 2017 DAU bersifat fleksibel, DAU fleksibel karena sumbernya dari penerimaan negara itu tidak selalu tetap," kata Sri Mulyani di Auditorium Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
 
Sri Mulyani menuturkan, penerimaan negara Indonesia selama ini basisnya dari penerimaan pajak, bea cukai dan juga PNBP. Penerimaan negara terpengaruh dari pertumbuhan ekonomi.
 
Sri Mulyani menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 10 tahun terakhir terbilang cukup tinggi dengan rata-rata 5,6% dibandingkan dengan negara-negara di dunia.
 
Lanjut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh dua sektor yakni permintaan dan juga produksi. Di mana, permintaan berasal dari konsumsi, masyarakat, investasi korporasi dan juga belanja pemerintah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sama dengan negara lainnya yang ditopang oleh konsumsi dengan nilai 60-65% dari GDP.
 
"Jadi selama masyarakat masih memiliki daya beli yang cukup baik, dan itu berarti ada kesempatan kerja dan dari sisi kesejahteraan masih baik," jelasnya.
 
Dengan kondisi perekonomian Indonesia yang makin membaik, Sri Mulyani menyebutkan dana transfer daerah semakin lama semakin penting memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Sejauh ini, kata Sri Mulyani, pemerintah telah menerbitkan beberbagai kebijakan untuk mengundang investasi baik dalam negeri maupun luar negeri yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
 
Dari sisi produksi, perekonomian nasional masih dipengaruhi perekonomian global, khususnya sektor pertambangan yang masih tumbuh negatif, berbeda dengan sektor jasa, jasa keuangan, transportasi, komunikasi yang tumbuhnya masih sama dengan pertumbuhan nasional.
 
"Tapi secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik menyebabkan angka kemiskinan menurun dan pengangguran menurun, tapi kita harus tetap bekerja keras," jelasnya.
Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi"