Harga Cabai di Pekanbaru Meroket Rp36 Ribu per Kilogram

Dibaca: 3349 kali  Rabu,08 Maret 2017 | 10:15:18 WIB
Harga Cabai di Pekanbaru Meroket Rp36 Ribu per Kilogram
Ket Foto : Harga cabai di Pekanbaru meroket.
linkanews.com - Imbas dari putusnya jalan lintas yang menghubungkan dua provinsi antara Provinsi Riau dengan Sumatera Barat (Sumbar) membuat sejumlah harga bahan pokok yang biasa dipasok dari provinsi tetangga itu pun mengalami kenaikan harga. Salah satunya harga cabai yang naik tajam dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp36 ribu per kilogramnya.
 
Mak Ati, seorang pedagang sayuran di Pasar Cik Puan Pekanbaru mengaku terpaksa menaikkan harga lantaran pemasok dagangannya meminta tambahan ongkos angkutnya.
 
"Dari pemasoknya naik, kita juga naik. Sejak Minggu (5/3/2017) kemarin, saya jual cabai Sumbar ini Rp36 ribu per kilogram," kata Mak Ati seperti dilansir  GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (8/3/2017) pagi.
 
Sementara itu, perbaikan jalan amblas di jalur lintas Riau-Sumbar, Selasa (7/3/2017) pagi akhirnya selesai. Diantaranya, jalan amblas sore kemarin yang berada di Dusun Bukit Agung Kuok yang menghubungkan Bangkinang dan Rantau Berangin sudah ditimbun.
 
Kemudian jalan amblas di Kilometer 195, Desa Sibumbun Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar juga sudah dilakukan penimbunan, namun hanya kendaraan pribadi dan roda dua yang dapat lewat sementara ini.
 
"Di sana (KM 195), diberlakukan buka tutup jalan, untuk kendaraan barang dan truk belum bisa," ucap Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kampar, AKP Mas'ud Ahmad.
 
Sebelumnya, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman meninjau jalan putus di lintas Riau-Sumatera Barat secara langsung ke lokasi yang sewaktu itu tengah diperbaiki Balai Jalan Sumbar.
Orang nomor satu di Riau itu khawatir putusnya akses dua provinsi ini akan berimbas pada distribusi pangan seperti halnya terjadi lonjakan harga.
 
"Kita berharap pedagang kebutuhan bahan pokok jangan langsung menaikkan harga. Kalau masih ada stok, jangan langsung dinaikkan harganya. Ongkos angkutnya yang rasional lah," ucapnya.
Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi"