China Minta Bantuan Rusia Mendinginkan Suasana Panas di Semenanjung Korea

Dibaca: 4032 kali  Minggu,16 April 2017 | 17:12:39 WIB
China Minta Bantuan Rusia Mendinginkan Suasana Panas di Semenanjung Korea
Ket Foto : Menlu China Wang Yi menghubungi Menlu Rusia Sergei Lavrov guna meminta bantuan mendinginkan situasi yang terus meruncing di Semenanjung Korea. (Reuters/Eduardo Munoz)

 

linkarnews.com - China meminta bantuan Rusia untuk mendinginkan suasana yang terus memanas di Semenanjung Korea, menyusul ambisi Pyongyang melakukan uji nuklir. Menteri Luar Negeri China Wan Yi telah menghubungi Menlu Rusia, Sergei Lavrov, dan memperingatkan akan konflik yang bisa pecah sewaktu-waktu di kawasan itu.

 

Kekhawatiran dunia soal program senjata nuklir Korea Utara terus meningkat beberapa hari terakhir. Bahkan, guna menekan Kim Jong-Un, AS mengirimkan kapal perangnya ke Laut Pasifik. Imbasnya, Kim Jong-Un mengancam akan melakukan respons ‘tanpa ampun’ jika terus diprovokasi.

 

Suasana yang terus meruncing antara Korut dan AS, membuat China, yang merupakan sekutu dekat Korea Utara, ikut kebat-kebit.

 

Dalam panggilan teleponnya pada Lavrov, Jumat (14/4), Wang Yi mengatakan China dan Rusia punya misi yang sama di Semenanjung Korea, yakni 'membawa semua pihak kembali ke meja negosiasi'.

 

“China siap melakukan koordinasi dengan Rusia untuk mendinginkan situasi di Semenanjung Korea dan mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk melanjutkan dialog,” kata Wang pada Lavrov, mengacu pada pembicaraan enam pihak soal program nuklir Korea Utara yang tertunda. Tiga dari enam pihak yang dimaksud adalah Rusia, China dan Amerika Serikat. 

 

“Mencegah perang dan kekacauan di Semenanjung Korea adalah tujuan bersama,” tambah Wang, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (15/4/2017).

 

Beijing sejak lama menolak aksi tegas terhadap Korea Utara, menyusul kekhawatiran terjadinya eksodus warga Korut ke China dan semakin mendekatkan militer AS di pintu gerbang negara Tirai Bambu tersebut.

 

Di sisi lain, Trump memaksa agar China lebih bisa membujuk Pyongyang meninggalkan program nuklir mereka atau menerima sanksi. 

 

Saat ini, Pyongyang telah berada dalam sanksi PBB karena program bom atom dan rudal balistik yang terus menerus mereka lakukan. Selain itu, dalam perayaan Hari Matahari sekaligus ulang tahun ke-105 pendiri negara, Kim Il-Sung, Korea Utara melakukan parade militer, termasuk memamerkan rudal balistik bawah laut untuk pertama kalinya di hadapan ratusan jurnalis asing.

 

 

 

 

sumber: CNN

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Dunia"