Terkait Tewasnya Tahanan, Propam Polda Riau Periksa Oknum Polisi Polres Kampar

Dibaca: 1624 kali  Jumat,07 Juli 2017 | 01:32:34 WIB
Terkait Tewasnya Tahanan, Propam Polda Riau Periksa Oknum Polisi Polres Kampar
Ket Foto : Jasad Andri saat dibawa keluarga dari RS Bhayangkara Polda Riau, Kamis siang tadi untuk dimakamkan

 

linkarnews.com - Beberapa oknum polisi di Polres Kampar, Kamis (6/7/2017) dikabarkan menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polda Riau, setelah seorang tahanan bernama Andri Fahmil Irawan meninggal dunia ketika dirawat di RS Bhayangkara Pekanbaru, kemarin malam.

 

 

Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan, terkait proses penangkapan Andri. Kasus ini mencuat setelah pria berusia 20 tahun itu meregang nyawa dengan kondisi tak wajar, di mana terdapat lebam, memar dan banyak bekas luka di tubuhnya, termasuk kepala.

 

Pemeriksaan oknum polisi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto, saat dihubungi GoRiau.com (GoNews Grup) melalui ponselnya. Ia memastikan akan memproses soal adanya dugaan penganiayaan yang dialami Andri usai ditangkap Jumat pekan kemarin.

 

"Kita komit untuk dilakukan pengecekan secara tuntas, anggota yang melakukan penangkapan saat itu sementara ini sudah di Polda Riau untuk diinterogasi, biar penanganannya netral. Karena ada dugaan lain," yakin AKBP Deni Okvianto menjelaskan.

 

Kata dia, Andri ini ditangkap setelah terlibat aksi pencurian motor dan Curas (Pencurian disertai kekerasan) di 12 tempat di wilayah hukumnya. Ia tidak sendirian, melainkan bersama beberapa orang lainnya. Setelah diamankan di Polres Kampar, almarhum kemudian sakit.

 

"Setelah dapat (ditangkap) lalu kita tahan. Kemudian tadi malam katanya yang bersangkutan sesak di paru-paru, lalu dibawa ke RS Bhayangkara," Sebut Kapolres Kampar.

 

Diberitakan sebelumnya, abang almarhum bernama Rido Tulfikri yang ditemui di RS Bhayangkara Kamis siang tadi menduga kalau Andri telah dianiaya. Itu diperkuat dengan pengakuan pria tersebut sebelum meninggal dunia, tepatnya Selasa lalu, saat Rido menjeguknya di tahanan.

 

"Hari Selasa kemarin (setelah ditangkap Jumat, red) saya sempat jenguk ke Polres. Itu kondisinya sudah sekarat, dalam artian udah nggak bisa berdiri, badannya memar terus kepalanya luka. Ceritanya dia dianiaya oleh anggota (kepolisian, red)," bebernya.

 

Lebih lanjut diceritakan Rido, dugaan penganiayaan tersebut dialami adiknya setelah proses penangkapan. Informasi yang dirangkum, penangkapan Andri dilakukan saat ia berada di rumah keluarganya, Kelurahan Pasir Sialang, Kampung Tanjung. Usai itu, ia dibawa dengan kendaraan oleh aparat. ***

 

 

sumber: goriau

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Hukum"