Program Gas Rumah Tangga

Tahun 2018 Kota Pekanbaru Targetkan 10.000 Pelanggan Untuk Gas Rumah Tangga

Dibaca: 2333 kali  Senin,26 Februari 2018 | 00:24:15 WIB
Tahun 2018 Kota Pekanbaru Targetkan 10.000 Pelanggan Untuk Gas Rumah Tangga
Ket Foto : Plt. Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi

 

linkarnews.com - Pekanbaru, Menyambut kelangkaan gasoline (minyak tanak) beberapa tahun yang lalu pemerintah menggalakkan penggunaan Gas khususnya untuk rumah tangga dengan adanya program konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) sehingga terselesaikannya persoalan sehari-hari rumah tangga dalam penggunaan Gas sebagai bahan bakar.

 

Namun ketersediaan gas tersebut tidak serta merta menyelesaikan persoalan masyarakat karena tingginya permintaan akan Liquified Petroleum Gas (LPG) dengan beberapa takaran yang tidak seimbang dengan ketersediaan kuota  gas(tabung) tiap daerah tidak terkecuali dengan kota Pekanbaru.

 

Ketika dilakukan peninjauan ke lapangan, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ketersendatan baik dalam pendistribusian maupun dengan ketersediaan kuota yang tersedia.

 

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Drs. Ingot Ahmad Hutasohut yang menyatakan ada beberapa masalah yang dihadapi di lapangan. Pertama, Ingot menyebutkan tidak pernah ada kekurangan atau dikuranginya pasokan gas LPG 3 Kg untuk Kota Pekanbaru selama ini.

 

“Alokasi per-bulan gas subsidi tiga kilogram di pekanbaru berjumlah sekitar 650.000 tabung. Sekitar 40 persennya diperuntukkan bagi rumah tangga, sisanya bagi usaha mikro kecil. Disperindag mencatat 12 agen dan sekitar 700 pangkalan tersebar di Kota Pekanbaru, dengan kebutuhan perhari mencapai 22.000 tabung. Dan jumlah tersebut tidak pernah dikurangi oleh Pertamina selama ini”, terang Ingot.

Drs. Ingot Ahmad Hutasohut ( Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru )

 

Jika memang tidak pernah dikurangi kenapa terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg dilapangan, menurut Ingot alasan kedua adalah adanya oknum yang nakal di tingkat pangkalan yang menjual dengan harga yang lebih tinggi.

 

“Sepanjang tahun lalu (2017), sebanyak 20 pangkalan elpiji (LPG) bersubsidi alias gas melon di pekanbaru telah kita sanksi” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Irba Sulaiman.

 

Alasan ketiga, menurut ingot adalah karena adanya rumah tangga yang sebetulnya tidak layak menerima gas bersubsidi justru mengambil/menerima, bahkan sampai  ada yang menyetok 4 bahkan lebih simpanan tabung gas 3 kg tersebut.

 

Alasan-alasan keluhan masyarakai inilah kemudian BUMN Pertamina berinisiatif untuk mengembangkan konsep city-gas atau jaringan gas perkotaan  sehingga dapat memutus secara bertahap akan kecurangan-kecurangan pada tahap pendistribusian gas dalam bentuk tabung melon yang selama ini terjadi.

 

Melalui PT Pertagas Niaga (PTGN) Pertamina menugaskan untuk pengelolaan jaringan gas rumah tangga dengan jaringan gas kota mulai di beberapa kota di Indonesia pada tahun 2013 seperti di Prabumulih, Sengkang (Sulsel), Jambi dengan total 12..822 pelanggan.

 

Khusunya di Kota Pekanbaru, Jargas (Jaringan Gas) perkotaan ini telah diinisiasi sejak tahun 2016. Dengan pilot projek yang telah dimulai pada tahun 2015 lalu di kecamatan limapuluh.

 

Untuk tahap awal saat itu Pekanbaru dan PTGN telah mengembangkan jargas perkotaan ini  di kecamatan Limapuluh. Langkah pertama saat itu, Pemko Pekanbaru membangun 4 buah Regulator Sektor di empat titik yaitunya, di kantor Camat Limapuluh, Pasar Lima Puluh, Puskesmas dan Dispora. Setelah uji saluran pipa jaringan city-gas tersebut, Pemko pekanbaru sedang memperluas jaringan city-gas yaitu wilayah kecamatan Senapelan dan Pekanbaru Kota. Di kecamatan Limapuluh sendiri setidaknya jargas sudah tersambung pada 3713 rumah tangga sebagai pelanggan dan ditahun 2018 ini ditargetkan akan tersambung paling tidak 10.000 pelanggan.

 

Plt. Walikota Pekanbaru, H. Ayat Cahyadi, S.Si

Plt Walikota Pekanbaru, H Ayat Cahyadi Ssi juga menyebutkan jika gagasan pembangunan Jargas ini sudah tertuang dalam rencana City Gas milik Pemko sebagai canangan Pekanbaru Smart City Madani. Karena menurut Ayat Cahyadi, Smart City yang dikosepkan harus didukung oleh Smart People (masyarakat yang pintar). Smart People juga memunjang Smart Economy, dan salah satunya adalah kemudahan mendapatkan energi.

“Smart City Madani itu juga harus didukung oleh smart people, smart economy termasuk energi”, ungkap ayat di Kantornya, Senin, (26/02/2018).

 

Ayat juga sempat melihat langsung keberhasilan jargas di Prabumulih dan itu dimulai dari dukungan masyarkat serta pemerintah. Ayat juga berharap melalui city gas ini masyarakat bisa mengakses energi dengan lebih mudah, lebih murah, dan lebih cerdas. Disamping itu, dengan kapasitas yang besar, City Gas juga diharapkan akan mendorong tumbuh kembangnya Industri Rumah Tangga.

 

“Program City Gas ini akan sangat membantu rumah tangga karena mudah, murah dan lebih cerdas, juga dapat digunakan dalam jumlah besar sesuai kebutuhan”. Tutup Ayat yang sekarang menjabat sebagai Pelaksana Tugas(Plt) Walikota Pekanbaru menggantikan sementara DR. H. Firdaus ST MT yang sedang cuti dikarenakan maju sebagai Calon Gubernur Riau Periode 2019-2024 yang berpasangan dengan H. Rusli Effendi, M.Si.

Pelanggan, Jargas Merasa terbantu dengan program City Gas

 

Tidak saja pemerintah kota Pekanbaru yang menyambut baik program jargas ini, Bu Ninin misalnya warga Kelurahan Sekip Kecamatan limapuluh ini merasa sangat terbantu dengan adanya program pemerintah ini. Beliau tidak lagi harus antrian untuk mendapatkan gas disamping itu ibu-ibu juga merasakan jauh lebih hemat dibanding dengan penggunaan gas LPG biasa.

 

“Alhamdulillah kita sangat terbantu dengan jaringan gas rumah tangga, biaya murah dan tidak perlu antrian-antrian dan berpanasan lagi”, ungkap ninin dikediamannya. (adv}

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Metropolis"