Kembangkan Wisata Sejarah dan Budaya, Pemko: Pekanbaru Didirikan Sultan Kerajaan Siak

Dibaca: 1663 kali  Minggu,11 Maret 2018 | 19:37:09 WIB
Kembangkan Wisata Sejarah dan Budaya, Pemko: Pekanbaru Didirikan Sultan Kerajaan Siak
Ket Foto : Kerajaan Siak
linkarnews.com - Selain menonjol dalam bidang hospitality, Pekanbaru akan mengembangkan obyek wisata sejarah dan budaya. Hal tersebut dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi bahwa Pekanbaru memiliki potensi wisata budaya dan sejarah yang menarik.
 
“Pekanbaru ini kan awalnya didirikan sultan-sultan Kerajaan Siak ke-4 dan ke-5. Kota kita (Pekanbaru) terbagi menjadi dua bagian selatan dan utara yang dibelah oleh Sungai Siak atau dikenal dengan Sungai Jantan,” ujar Ayat dalam grand launching Fox Harris Hotel Pekanbaru, Riau, Kamis (8/3/2018).
 
Salah satu contoh sejarah, lanjut Ayat, zaman dahulu belum ada jembatan-jembatan yang dibangun di atas sungai. Kemudian juga banyak kapal melalui Sungai Siak dan membongkar muatannya di Kota Pekanbaru.
 
Dengan demikian, Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya menarik minat para wisatawan dengan mengembangkan wisata sejarah dan budaya.
 
“Pekanbaru akan mengedepankan heritage. Kita ingin mengembangkan Pekanbaru Heritage Walk yang sudah menjadi ikon wisata pekanbaru. Nantinya wisatawan bisa berkeliling melihat (bukti sejarah) dari mana Pekanbaru bermula,” kata Ardiansyah.
 
Ia menguraikan, dalam Pekanbaru Heritage Walk ini wisatawan bisa datang dan berkeliling ke tempat-tempat bersejarah yang ada di Pekanbaru. Seperti halnya rumah singgah sultan yang berada di tepi Sungai Siak. Kemudian berkunjung ke Istana Hinggap di mana tempat menginap Sultan Siak saat berkunjung ke Pekanbaru.
 
Lalu juga wisatawan bisa melihat Masjid Raya Senapelan, di mana wisatawan bisa melakukan wisata religi di sana karena terdapat makam sultan dan kajian dari para ustad ternama.
 
“Obyek wisata lainnya yang bisa dikunjungi ada Tugu Titik Nol Pekanbaru, ada perumahan masyarakat Melayu asli yang sudah turun temurun tinggal di sana, namanya Kampung Bandar,” kata dia.
 
Masih di kampung tersebut, wisatawan juga bisa melihat rumah tua peninggalan zaman dahulu. Aktivitas lainnya bisa berkunjung ke rumah tenun untuk melihat para penenun di sana dan berbelanja kain tenun.(Q*)
 
Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Metropolis"