RI Dukung Peningkatan 30% Tutupan Hutan di 2030

Dibaca: 1208 kali  Jumat,30 Maret 2018 | 17:08:29 WIB
RI Dukung Peningkatan 30% Tutupan Hutan di 2030
Ket Foto : RI Dukung Peningkatan 30% Tutupan Hutan di 2030 (foto:klhk)

 

linkarnews.com - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mencegah degradasi hutan dan mengatasi perubahan iklim global, salah satunya dengan mendukung pencapaian target peningkatan tutupan hutan di dunia sebesar 30% di 2030.
 
Sebagai bentuk nyata dukungan ini, Indonesia akan menyusun naskah Voluntary National Contribution (VNC) atau Kontribusi Nasional Sukarela, pada implementasi United Nation Strategic Plan on Forests (UNSPF)/Rencana Strategis Kehutanan PBB.
 
Dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang disampaikan Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Agus Justianto, terungkap, masyarakat internasional mengakui dan mengapresiasi upaya Indonesia dalam pengelolaan lahan gambut, yang sebelumnya banyak terbakar dan menyebabkan bencana asap.
 
"Hal tersebut memperkuat pandangan bahwa sudah saatnya Indonesia lebih berkiprah di percaturan bidang kehutanan di tingkat global," tutur Agus Justianto, mewakili Menteri LHK dalam Semiloka Implementasi UNSPF di Jakarta, Kamis (29/3/2018).
 
Agus mengatakan, PBB telah mengesahkan Rencana Strategis Kehutanan PBB 2017-2030, melalui United Nations Forum on Forests (UNFF) atau Forum Kehutanan PBB, pada bulan Januri 2017. Rencana Strategis ini meliputi enam tujuan global terkait hutan beserta 26 target terkait, yaitu :
 
1. Mengembalikan hilangnya tutupan hutan di seluruh dunia melalui pengelolaan hutan lestari, termasuk perlindungan, restorasi, penghijauan, serta meningkatkan upaya untuk mencegah degradasi hutan dan berkontribusi pada usaha global dalam mengatasi perubahan iklim;
 
2. Meningkatkan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan berbasis hutan, termasuk dengan memperbaiki mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hutan;
 
 
3. Meningkatkan secara signifikan kawasan hutan dilindungi di seluruh dunia, dan kawasan hutan lainnya yang dikelola secara lestari serta meningkatnya proporsi hasil hutan dari hutan yang dikelola secara lestari;
 
4. Memobilisasi dana yang meningkat secara signifikan, baru dan tambahan dari semua sumber untuk pelaksanaan pengelolaan hutan lestari serta memperkuat kerja sama dan kemitraan ilmiah dan teknis;
 
5. Mempromosikan kerangka tata kelola untuk melaksanakan pengelolaan hutan lestari, termasuk melalui Instrumen Kehutanan PBB, dan meningkatkan kontribusi hutan pada Agenda 2030; dan
 
6. Meningkatkan kerjasama, koordinasi, koherensi dan sinergi terhadap isu-isu yang terkait dengan hutan di semua tingkat, termasuk dalam Sistem PBB dan seluruh organisasi anggota Kemitraan Kolaboratif Kehutanan (Collaborative Partnership on Forests), serta lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait.
 
Dengan didukung Dewan Kehutanan Nasional (DKN), Indonesia melalui KLHK telah memulai penyusunan VNC dengan melibatkan multipihak, sebagaimana dirumuskan dalam Rencana Strategis KLHK 2015 - 2019.
 
Dalam sambutannya, Menteri Siti berharap, laporan VNC tersebut dapat mencerminkan situasi, kondisi, dan potensi kehutanan nasional, serta langkah-langkah korektif yang telah digulirkan. "VNC bukan dirumuskan hanya untuk memenuhi proses internasional, tetapi harus dapat direalisasikan. Langkah-langkah memenuhi kontribusi nasional tersebut,diharapkan dapat mendorong pembangunan kehutanan Indonesia agar dapat memberikan meningkatkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi bangsa Indonesia", pesan Menteri Siti. [*]
Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional"