Bobolnya Data, Zuckerberg Minta Maaf dan Janjikan Perubahan

Dibaca: 620 kali  Rabu,11 April 2018 | 19:34:37 WIB
Bobolnya Data, Zuckerberg Minta Maaf dan Janjikan Perubahan
Ket Foto : CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di hadapan Komite Perdagangan dan Kehakiman di Gedung Capitol, Washington, 10 April 2018, terkait penggunaan data pengguna Facebook untuk menarget pemilih dalam pemilu AS 2016.

 

linkarnews.com - CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di gedung Kongres Capitol Hill untuk pertama kalinya hari Selasa (10/4), menjawab keprihatinan para anggota Senat tentang kegagalan raksasa media sosial itu untuk melindungi informasi pribadi 87 juta penggunanya di seluruh dunia dari perusahaan riset politik Cambridge Analytica yang berafiliasi dengan Trump.

Koresponden VOA di Kongres Katherine Gypson melaporkan lebih lanjut dari sesi penting dalam debat privasi internet di Capitol Hill itu. Di luar gedung Kongres, sejumlah demonstran menuntut adanya perbaikan dalam penyimpanan data pribadi pengguna Facebook.

Sementara di dalam gedung Kongres, orang yang mendirikan raksasa media sosial itu memberikan jawaban ketika memberikan kesaksian di depan para anggota Senat.

Mark Zuckerberg mengatakan, “Itu merupakan kesalahan besar dan itu adalah kesalahan saya dan saya minta maaf. Saya merintis Facebook, saya mengelolanya dan saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sini."

Kesalahan yang memungkinkan perusahaan politik Cambridge Analytica mengakses data melalui aplikasi pihak ketiga, yang menyingkap informasi pribadi jutaan pengguna Facebook di seluruh dunia.

Konsekuensi dari kejadian itu cukup besar, seperti dikatakan oleh Marc Rotenberg, dari Pusat Informasi Pribadi Elektronik. “Dalam beberapa dimensi, ini serius untuk Facebook. Untuk memastikan harga saham mereka stabil, para pemegang saham memiliki kekhawatiran yang semakin besar tentang masa depan perusahaan ini. Selain itu, saya kira apakah Facebook akan dapat terus bertahan merupakan pertanyaan yang terbuka. Saya kira di Washington dan di tempat-tempat lain, kita akan melihat dorongan bagi perubahan nyata.”

Perubahan yang dimulai dalam sidang dengar kesaksian yang sangat tidak biasa yang dihadiri hampir separuh dari keseluruhan anggota Senat Amerika.

Dalam kesempatan itu Senator Richard Durbin dari Partai Demokrat menyampaikan pertanyaan, “Apakah Anda merasa nyaman berbagi informasi dengan kami tentang nama hotel tempat Anda menginap semalam?”

Mark Zuckerberg memberikan jawabannya, “Oh, tidak.”

Senator Dick Durbin dari negara bagian Illinois kemudian melanjutkan pertanyaannya, “Jika Anda mengirim pesan kepada siapa pun minggu ini, bisakah Anda berbagi informasi dengan kami tentang nama-nama orang yang Anda kirimi pesan itu?”

“Senator, tidak. Saya mungkin tidak akan melakukan hal itu di depan publik di sini,” jawab Mark Zuckerberg.

“Saya kira itulah masalah yang sesungguhnya: Hak atas privasi,” imbuh Senator Dick Durbin.

Tetapi Zuckerberg menjanjikan perubahan.

“Jika kami menemukan bahwa seseorang menggunakan data dengan tidak benar, kami akan mencekal orang itu dari Facebook dan memberi tahu semua orang yang terimbas,” ujarnya.

Meningkatkan transparansi dengan pengguna media sosial harus menjadi langkah berikutnya, kata beberapa senator, seperti yang disampaikan oleh Lindsey Graham dari Partai Republik. “Rata-rata orang Amerika tidak tahu apa yang mereka baca. Apakah Anda melihat syarat-syarat dan ketentuan itu? Saya pengacara, dan bahkan saya pun tidak bisa memahami paragraf pertama dari syarat-syarat itu.”

Beberapa senator mengakui kebutuhan Facebook akan model bisnis yang memonetisasi atau memberikan imbalan uang bagi informasi pribadi dengan iklan yang diarahkan pada segmen pasar tertentu.

Namun Senator Orrin Hatch dari Partai Republik mengatakan, “Tidak ada yang gratis dalam hidup ini. Semuanya melibatkan transaksi timbal balik jika Anda menginginkan sesuatu tanpa harus mengeluarkan uang untuk itu.”

Kesaksian Zuckerberg di Capitol Hill telah menghidupkan kembali pembicaraan tentang perlunya meloloskan undang-undang yang mengungkap data pengiklan dan melindungi privasi khalayak yang menjadi sasaran iklan.

Amy Klobuchar, senator Demokrat dari Minnesota mengajukan pertanyaan, “Apakah Anda mendukung peraturan yang mengharuskan Anda memberitahu pengguna dalam 72 jam manakala terjadi pembobolan data?."

“Senator, itu masuk akal bagi saya,” jawab Mark Zuckerberg.

Diskusi itu akan dilanjutkan sementara Zuckerberg menghadapi pertanyaan putaran kedua di depan sebuah panel DPR, Rabu (12/4) ini.





sumber : voaindonesia.com

Akses LingkarNews Via Mobile m.linkarnews.com
BERITA TERKAIT
TULIS KOMENTAR
Baca Juga Kumpulan Berita "Dunia"